News Update :

Edukasi

Dunia Cinta

Dunia Unik

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Terkenal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Terkenal. Tampilkan semua postingan

Wah! Artis Pembukaan Olympiade London Hanya di Bayar Rp.15000

Jumat, 17 Agustus 2012 1:40 AM


Konser pembukaan Olimpiade 2012 di Inggris kemarin berlangsung seru. Terlebih para penampil yang merupakan artis papan atas Inggris turut menyemarakkan acara.
Namun tahukah berapa duit yang dibayarkan kepada artis tersebut? Empat artis terkenal seperti Paul McCartney, Arctic Monkeys, Dizee Rascal dan Frank Turner masing-masing menerima bayaran 1 Poundsterling atau Rp.15.000.

Seperti dikutip dari Evening Standards, sebelumnya para artis ini telah setuju dibayar dengan jumlah tersebut. Bukan bermaksud maruk dan tidak berdedikasi pada negara, namun sebenarnya mereka rela tidak dibayar.
Mereka menjelaskan jika uang itu hanya untuk bukti pembayaran bahwa mereka dapat menandatangani kontrak dengan panitia London 2012. Sementara itu penyanyi yang tampil di pembukaan Olimpaide 2012 ini dikompilasikan dalam Isles of Wonder yang bisa didownload di iTunes. 



Thanks for Reading : Wah! Artis Pembukaan Olympiade London Hanya di Bayar Rp.15000

Asal Mula Koboi yang Sebenarnya

Sabtu, 11 Agustus 2012 11:37 PM

John Batterson Stetson adalah seorang Amerika yang lahir di Orange, New Jersey tahun 1830. Sampai saat ini nama Stetson melekat sebagai bagian dari istilah “the real Stetson hat” atau yang umum kita kenal dengan topi koboi.



Stetson menciptakan bentuk dan model topi tersebut secara tidak sengaja ketika sedang bekerja selaku penambang emas di Colorado. Stetson membuat topinya dari bahan dasar bulu, karena selain kuat juga mudah untuk dibentuk sesuai dengan model yang diinginkan.

Awal mulanya bentuk topi Stetson dianggap aneh atau tidak lazim, bahkan kerap digunakan sebagai bahan lawakan dari koleganya. Namun lambat laun topi Stetson membuktikan bahwa keberadaannya sangat berguna. Sisinya yang lebar berfungsi sebagai proteksi terhadap air hujan, kemudian di kala cuaca panas, terdapat kantong udara pada ujung atas topi Stetson yang memberikan insulasi terhadap kepala, sehingga suhu didalam topi tetap sejuk. Bahkan bagian kepala dari topi Stetson (crown head) dapat difungsikan untuk mengambil air minum.


Berdasarkan kisah yang diceritakan secara turun temurun, koboi pertama yang menggunakan topi Stetson menebusnya seharga 5 dolar dalam bentuk emas. Kala itu sang koboi bertemu dengan John Stetson dalam suatu perjalanan, sang koboi tertarik akan topi Stetson dan memutuskan untuk membelinya.

Tahun 1865, John B. Stetson memutuskan untuk mengakhiri petualangan “wild-wild west-nya” dan menetap di Philadelphia, Pennsylvania. Stetson kemudian mendirikan rumah produksi topi outdoor dengan model yang dia temukan pertama kali (topi koboi, cowboy hat). Model pertamanya secara resmi dinamakan “Boss of The Plains”. Tahun 1886, perusahaan topi Stetson telah menjadi yang terbesar di dunia dan pada tahun 1906, perusahaan ini telah memproduksi 2 juta topi koboi. Sampai saat ini model dasar dan cara pembuatan topi koboi Stetson tidak berubah banyak sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1865. Topi Stetson kemudian melekat dengan legenda2 dunia “Wild West” seperti Buffalo Bill, Calamity Jane, Billy the Kid, Will Rogers bahkan Lucky Luke.

Tidak hanya “western hat”, perusahaan Stetson juga meproduksi “dress hat”, bahkan bagi kaum perempuan, Stetson membuat label khusus yaitu Stetson Lady. Selain itu produksinya juga merambah ke selendang, pernak pernik pakaian, tas, koper dan berbagai macam aksesori. Tahun 1970 Stetson merubah strategis bisnisnya dengan menutup pabrik di Philadelphia dan meneruskan produksi label Stetson dengan sistem lisensi lewat berbagai perusahaan manufaktur.


Thanks for Reading : Asal Mula Koboi yang Sebenarnya

Arsitek Indonesia yang Paling Berpengaruh

7:33 AM

1. Y.B Mangunwijaya Pr. (1929-1999)

Entah mengapa para arsitek bisa begitu indahnya berkaya di berbagai bidang selain arsitektur itu sendiri, apakah karena arsitektur itu seni? Ataukah karena membangun adalah pada dasarnya dorongan spiritual kodrati setiap manusia? Jujur sebagai seorang insinyur sipil saya agak iri hati. Arsitek satu ini menempati posisi puncak dalam daftar ini karena sumbanganya tidak hanya terbatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa kita. Dalam bidang arsitektur sendiri lulusan Teknik Arsitektur ITB, 1959 dan Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman, 1966, ini dijuluki sebagai bapak arsitektur modern indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Bentara Budaya Jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman Kali Code.

Sebagai humanis ia sangat peduli pada masyarakat kecil saat merancangan pemukiman di bantaran Kali Code, tidak berhenti pada pembangunan fisik namun juga pembangunan untuk memanusiakan manusia. Ia memberikan pendampingan pada korban waduk Kedungombo sampai berhasil ke Mahkamah Agung, untuk jasanya itu ia dicap Komunis oleh orde baru. Rohaniawan Katolik ini menempuh pendidikan seminari pada Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta, yang dilanjutkan ke Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan, Magelang.


Ia juga seorang sastrawan yang menghasilkan karya-karya yang dipuji tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sebut saja Burung-burung Manyar dan Roro Mendut. Romo juga sangat peduli mengenai pendidikan dan mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, yayasan pendidikan untuk anak miskin dan terlantar. Ia memang sangat peduli dengan pendidikan dasar sampai-sampai ia pernah berkata "When I die, let me die as a primary school teacher". Untuk jasanya ia mendapatkan berbagai penghargaan, lengkap untuk setiap bidang yang ia geluti.

2. Fredrich S Silaban (1912-1984)
Fredrich S Silaban, karya-karyanya menghiasi ibukota Jakarta. Siapa yang tidak kenal Monumen Nasional, Gelora Senayan dan tentunya yang paling membangakan adalah Masjid Istiqlal. Bangunan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dirancang olehnya melalui sebuah sayembara dan karyanya itu menjadi monumen toleransi di Indonesia. Mengapa? Karena Masjid terbesar di Indonesia dirancang oleh seorang Kristen. Ia menyelesaikan pendidikan formal di H.I.S. Narumonda, Tapanuli tahun 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S.) di Jakarta pada tahun 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada tahun 1950. Selain Masjid Istiqlal, Monumen Nasional menjadi hasil rancanganya (lihat daftar top 7 sebelumnya, 7 Pencapaian Arsitektur Indonesia) setelah Soekarno memerintahkannya merancang ulang hasil sayembara sebelumnya.

3. Achmad Noeman (1926- )
Achmad Noeman terkenal sebagai Maestro Arsitektur Masjid Indonesia. Sudah banyak karyanya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Masjid at-Tin Jakarta, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Soeharto di Bosnia dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Namun karyanya yang melambungkan namanya adalah Masjid Salman di ITB, masjid ini berdiri gagah tanpa kubahnya. Dalam merancang masjid ia berprinsip bahwa barisan shalat tidak boleh terpotong sehingga dalam desain masjidnya tidak ada kolom di dalam bangunan masjid. Ia merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).
Thanks for Reading : Arsitek Indonesia yang Paling Berpengaruh

Pemain yang Dianggap tidak pantas memakai Nomor 10

Rabu, 28 Maret 2012 1:32 AM

Nomer 10 di sepakbola identik dengan pemain jago yang di andalkan di sebuah klub itu . Tapi sukague.com berhasil mendapat 10 pemain yang tidak pantas sesuai dengan mitos tersebut . Siapa saja kah mereka ? Inilah dia :

10. John Carew

John Carew justru tak mendapat tempat di Aston Villa. Striker Norwegia yang dikenal jago bola-boa udara ini meredup oleh sinar terang Ashley Young, Gabriel Agbonlahor bahkan striker veteran Emile Heskey.

9. Hugo Viana

Pada Piala Dunia 2006 lalu, secara mengejutkan Hugo Viana mengenakan kostum No 10 di timnas Portugal. Padahal Seleccao saat itu dihuni pemain papan atas macam Lusi Figo, Cristiano Ronaldo dan Deco. Pada event empat tahunan itu, Viana bermain dua kali sebagai pemain pengganti. Gelandang Valencia yang kini dipinjamkan ke Braga ini juga gagal mengeksekusi penalti saat Portugal mengalahkan Inggris di perempatfinal.

8. Oliver Neuville

Pada Euro 2008 lalu, Jerman memberikan kostum No 10 kepada seorang Oliver Neuville. Yang menjadi masalah, saat itu usia Neuville telah mencapai 35 tahun. Padahal dalam sepakbola modern usia dan stamina sangat berperan vital. Hasilnya bisa ditebak Neuville hanya jadi penghias skuad Der Panzer. Tentu masih ada Michael Ballack atau Miroslav Kloseyang lebih pantas.

7. Jose Antonio Reyes

Pada Piala Dunia 2006 lalu, Spanyol memberikan No 10 pada sosok Antonio Reyes. Melihat posisi Reyes sebagai winger tentu keputusan ini bisa dibilang janggal. Padahal La Furia Roja punya pemain besar macam Xavi, Cesc Fabregas, Raul Gonzalez, David Villa dan Fernando Torres.

6. Ruud Van Nistelrooy

Untuk urusan mencetak gol Ruud Van Nistelrooy memang diakui. Namun saat membela timnas Belanda, Rudtje memilih No 10. Hasilnya Rudtje tak mampu mengangkat performa De Oranye. Clarence Seedorf, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart bahkan Arjen Robben dianggap lebih pantas.

5. Lassana Diarra

Diarra seorang gelandang bertahan yang hebat, bahkan mungkin yang terbaik di dunia. Tapi mengenakan kostum No 10 tentu sangat janggal buat seorang pemain perusak macam Lass. Real Madrid punya kandidat yang lebih pantas seperti Kaka, Raul, Guti dan Cristiano Ronaldo.

4. Nicola Berti

Timnas Italia pada 1990 memberikan No 10 buat Nicola Berti. Tapi Italia akhirnya terjungkal dari Italia di babak semifinal. Seharusnya angka keramat ini dikenakan pemain kunci Azzurri macamRoberto Baggio, Giuseppe Giannini atau Roberto Donadoni. Bukan gelandang yang tak begitu disenangi fans Italia ini.

3. Sidney Govou

Euro 2008 lalu menjadi mimpi buruk buat timnas Prancis. Ditinggalkannya David Trezeguet dan Sebastian Frey membuat Les Bleus harus angkat koper sejak awal. Prancis hanya mengoleksi satu poin di penyisihan grup. Itu mungkin karena No 10 dikenakan seorang Govou.

2. Andriy Voronin

Sejak membela Liverpool pada 2007, striker Ukraina ini hanya mengoleksi enam gol dari 30 laga. Rafael Benitez seperti perlu mempertimbangkan memberikan No 10 ini buat Dirk Kuyt atau Fernando Torres.

1. William Gallas

Meski kapasitas William Gallas sebagai salah satu bek terbaik masih diakui, namun pemandangan ini memang terasa janggal. Tentu banyak pemainyang lebih pantas mengenakan nomor keramat ini di skuad Arsenal. Cesc Fabregas, Robin van Persie, atau Andrei Arshavin tentu lebih pantas mengenakan No 10 ini.

Thanks for Reading : Pemain yang Dianggap tidak pantas memakai Nomor 10

Pemain Sepak Bola yang Pingsan di Lapangan Lalu meninggal

Kamis, 22 Maret 2012 5:42 AM

Pemain Bolton Wanderes, Fabrice Muamba jatuh pingsan ketika bertanding melawan Tottenham Hotspurs pada laga perempat final Piala FA, di White Hart Lane Minggu (18/3/2012) WIB. Muamba terjatuh pingsan pada menit 42. Fabrice Muamba segera dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan kemudian dihentikan oleh wasit Howard Webb.
Berikut ini merupakan daftar pemain sepak bola yang meninggal ketika bertanding :

1. Marc-Vivien Foe
Pemain tim nasional Kamerun ini pingsan ketika bermain di Piala Konfederasi 2006 di Lyon, Perancis melawan Kolombia 26 Juni 2003. Foe tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan. Foe meninggal beberapa saat kemudian.

2. Antonio Puerta
Pemain klub Sevilla tersebut mengalami gagal jantung ketika menghadapi Getafe 28 Agustus 2007 pada partai pembuka La Liga.

3. Jumadi Abdi
Gelandang Indonesia yang bermain untuk Bontang FC ini mengalami benturan keras ketika bertanding melawan Persela Lamongan pada tanggal 7 Maret 2009. Delapan hari kemudian, pemain berumur 26 tahun ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Jumadi meninggal akibat kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam.

4. John Tomson
John Tomson merupakan mantan kiper Glasgow Celtic yang meninggal setelah bertabrakan dengan pemain Glasgow Rangers ketika laga Old Firm di Stadion Ibrox pada 5 September 1931. John Tomson meninggal dalam usia 22 tahun.

5. Hugo Cunha
Pemain tengah klub Portugal Uniao Leiria ini pingsan kemudian meninggal dalam sebuah pertandingan persahabatan pada bulan Juni 2005. Hugo Cunha meninggal dalam usia 28 tahun

6. Marcio Dos Santos
Striker Brazil berumur 28 tahun ini meninggal akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol pada Oktober 2002. Dos Santos adalah pemain tim Peru, Deportivo Wanka.

7. Miklos Feher
Pemain Benfica ini pingsan akibat serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal melawan Vitoria Guimaraes pada 24 Januari. Pemain tim nasional Hongaria ini tewas dalam umur 24 tahun

8. Dave Longhurst
Pemain York City berumur 25 tahun ini tewas setelah pingsan selama dua menit dalam pertandingan melawan Lincoln City pada September 1990. Hasil otopsi menunjukkan Longhurst meninggal akibat masalah jantung.

9. Samuel Okwaraji
Pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan selama 10 menit ketika melakoni pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di lagos pada Agustus 1989. Okwaraji meninggal karena penyakit jantung.

10. Serginho
Bek sao Caetano ini meninggal karena mengalami masalah pernafasan ketika bertanding melawan Sao Paulo pada Oktober 2004.
Thanks for Reading : Pemain Sepak Bola yang Pingsan di Lapangan Lalu meninggal

Plat nomor B 1 FPI punya Habib Rizieq

Minggu, 04 Maret 2012 11:03 PM



Ketua Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas atau yang akrab disapa Habib Selon, menjelaskan kedatangan dirinya ke Polda Metro Jaya untuk membuat plat nomor mobil khusus bagi organisasi mereka.

"Berencana untuk memesan nomor polisi untuk mobil, B 1 FPI untuk mobil Habib Rizieq serta B 2 FPI untuk mobil saya," ucapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (17/2/2012).

Habib Selon yang datang mengenakan baju kokoh putih dan berpeci putih itu mengaku tidak dikenai biaya untuk dapat nomor cantik. "Alhamdulillah Bapak Kapolda mengabulkan permintaan saya, hanya dimintai biaya administrasi saja," tambahnya.

Mobil tersebut, lanjut dia, bisa dibilang mobil dinas untuk menunjang kegiatan organisasi. "Kami baru mengajukan kepengurusannya seminggu yang lalu,'' tambahnya.

Sementara, terkait kekhawatiran adanya penyalahgunaan penggunaan mobil yang menggunakan plat khusus dengan di belakang bertuliskan FPI, Habib Selon mengaku akan taat hukum.

"Ya, kalau misal menabrak orang, ya harus diproses hukum. Kami taat hukum dan selalu melengkapi kendaraan kami dengan surat-surat lengkap," tutup Habib Selon yang juga akan memesan nomor polisi untuk kendaraan pribadinya B 253 LON itu.

Thanks for Reading : Plat nomor B 1 FPI punya Habib Rizieq

Kisah si Gadis yang Kutu Buku

Kamis, 23 Februari 2012 9:45 PM

Maemunah adalah seorang gadis yang lugu. Pada masa sekolah, Maemunah hanya mengenal sekolah dan rumah. Begitu juga ketika kuliah. Maemunah hanya kenal kampus, buku dan rumah.


Ketika gadis seusianya jalan - jalan ke mall, nonton bioskop, mengoleksi foto pemain sepak bola yang ganteng - ganteng ataupun foto artis korea yang wajahnya oriental, Maemunah tak ikut - ikutan. Dia hanya mengenal satu benda yang pantas untuk di koleksi, yaitu buku.

Lulus SMA, Maemunah kuliah di perguruan tinggi ilmu keguruan dan pendidikan. Masa kuliah Maemunah tak jauh dengan masa SMA. Ketika kawan - kawannya menghabiskan malam minggu dengan sang pacar, Maemunah justru tenggelam dibalik buku - buku.

Maemunah akhirnya menjadi mahasiswi tercepat menempuh masa studi. Dia kemudian diterima menjadi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sebuah sekolah yang ada di pinggiran kota.

Hari pertama mengajar, Maemunah berusaha menjadi guru yang baik. Pada jam istirahat, dia memperhatikan para siswa yang bermain sepak bola di lapangan.

Pandangan mata Maemunah tertuju pada seorang bocah yang berdiri di pinggir lapangan. Maemunah merasa heran, ketika para siswa lain berebut bola di tengah lapangan, siswa yang sendirian itu tetap berdiri sendirian di pinggir lapangan.

Karena merasa kasihan, Maemunah berusaha mendekatinya.

"Siapa namamu?", tanya Maemunah.
"Agus Bu".
"Hai Agus, bolehkan ibu menemani kamu".
"Iya bu", jawab Agus.

Pandangan mata Maemunah masih tertuju kepada teman - temannya di tengah lapangan.

"Ah, anak ini kasihan sekali.. Pasti dia ingin ikut bermain..", kata Maemunah dalam hati.

Sebagai guru yang baik, Maemunah ingin mengetahui masalah apa yang membuat Agus menyendiri seperti itu. Ia pun bertanya,"Kenapa Agus berdiri disini sendirian?".
Agus pun menjawab, "Saya sedang jadi kiper Bu!!".

Thanks for Reading : Kisah si Gadis yang Kutu Buku

Kisah Orang Batak yang lolos dari Kekejaman NAZI

9:08 PM


Berikut adalah kisah orang batak yang lolos dari kekejaman kamp konsentrasi Nazi Hitler. Semoga menambah wawasan!

Di DALAM tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar; namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang.

Pasalnya, dialah satu-satunya orang Indonesia yang mengalami langsung hari-hari mencekam di kamp konsentrasi Nazi. Tempat pembantaian yang mengerikan itu sengaja dibangun untuk mewujudkan impian gila Hitler, yaitu memusnahkan etnis Yahudi, kaum gay, orang-orang cacat, gipsi dan Saksi Jehovah.



Berikut ini Anda bisa menyimak mosaik-mosaik pengalaman Pandapotan Lubis yang sungguh dramatis itu, melalui resensi buku tersebut yang ditulis oleh Koencoro : Otobiografi Parlindoengan Loebis.

LUBIS berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Semasa di Betawi, ia sempat aktif di Jong Islamieten Bond dan Jong Batak, yang kemudian bersama perhimpunan mahasiswa lain (selain Jong Java) bersatu membentuk PPPI dan Indonesia Moeda.

Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Lubis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan Partai Komunis Belanda dihentikan, lalu bekerjasama dengan Partai Sosialis (SDAP).

Kemudian PD II pecah. Mei 1940, saat Jerman bergerak ke barat, Belanda menyerah nyaris tanpa perlawanan. Dan bahkan kemudian kehidupan masih tampak normal dalam pendudukan Jerman. Sebelum serangan Jerman pun, partai NSB yang pro Jerman pernah memperoleh suara cukup besar (separuh suara) dari rakyat Belanda.

Selama pendudukan Jerman ini, Lubis sempat menyelesaikan kuliah di Leiden, lalu menikah di Haarlem, menjajagi bekerja di Utrecht, dan akhirnya membuka praktek di Amsterdam. Tapi kemudian, 26 Juni 1941, dua orang reserse Belanda menjemputnya. Loebis dipenjarakan, dan kemudian dipindahkan ke Kamp Konsentrasi. (Baru pada tahun 1945, Loebis mengetahui alasan penahanannya:

Ternyata Jerman sedang membuka front baru melawan Sovyet, dan para aktivis gerakan pro komunis ditakutkan menjadi partisan di belakang front). Kamp Konsentrasi yang pertama dihuni adalah Kamp Schoorl. Di sini, tawanan belum disuruh bekerja, tetapi hanya disuruh apel dan berolah raga. Kemudian seluruh isi kamp ini digabungkan ke Kamp Amersfoort. Di sini, tawanan memperoleh perkerjaan konstruksi, termasuk memasang kawat berduri. Juga mulai sering disiksa secara kejam, baik oleh orang Jerman, maupun terutama oleh orang NSB.

Lubis kemudian dipindahkan ke Kamp Buchenwald di Jerman. Di sini Lubis mulai kehilangan harapan untuk dibebaskan, kecuali perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Ia memutuskan untuk hidup secara efisien dan tanpa hati, untuk bertahan hidup selama mungkin. Di Buchenwald, mereka membuka hutan di pegunungan berkabut, memecah batu, membuat barak, saluran air, listrik, bengkel, dll, selama 7 hari seminggu, 14 jam sehari. Tawanan sering dipukuli, bahkan hingga mati. Tawanan yang mengobrol ditembak.

Namun kemudian Lubis dipindahkan lagi, pada Oktober 1942, ke Sachsenhausen, ke instalasi pabrik pesawat perang Heinkel. Di sini situasi lebih baik. Kamp lebih difokuskan pada pekerjaan teknis, biarpun kekejaman masih berlangsung, dan menyita nyawa manusia segala bangsa di sana. Kali ini, dia ditugaskan sebagai dokter kamp, sehingga tugasnya lebih ringan. Lubis jarang mengulas tentang Yahudi. Ia beralasan bahwa barangkali para Yahudi dipisahkan, dan ditempatkan di kamp tersendiri. Atau barangkali … entahlah. Saat akhirnya pasukan sekutu berhasil masuk ke Jerman, Kamp kacau.

Para tawanan dan penjaga membentuk barisan tak teratur yang terus bergerak ke barat. Tawanan yang keluar barisan langsung ditembak di belakang kepala. Tapi banyak juga penjaga yang juga lari memisahkan diri. Mereka akhirnya berhenti di kampung Grabouw. Sempat barisan dari kamp lain bergabung. Dan akhirnya tentara Russia masuk juga ke kampung itu. Mereka resmi lepas dari tawanan. Tapi perlu waktu untuk memulihkan diri, dan mencari cara untuk lepas dari kawasan Russia, menyeberangi sungai Elbe, masuk ke kawasan Sekutu Barat, dan akhirnya kembali ke Belanda dengan kereta ke Maastricht, lalu naik mobil ke keluarganya di Amsterdam.


Namun, nun di timur, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, dan pada akhir 1945, berita itu mulai terdengar masyarakat Indonesia di Belanda. Lubis dkk langsung menyatakan diri bagian dari Republik Indonesia yang merdeka, dan kekikukan kemudian terjadi lagi. Sempat ada Kongres Pemuda Demokrat Sedunia di Cekoslovakia, dan Loebis ingin menghadiri kongres ini, atas nama Indonesia. Tentu Belanda tak memberikan pass, tetapi atas bantuan Inggris, dia bisa berangkat.

Sambutan untuk Indonesia amat meriah, membuat berang para pemuda Belanda. Lubis kembali ke Belanda menumpang tim Belgia. Pemerintah Belanda akhirnya memperbolehkan orang Indonesia kembali ke negerinya. Namun dengan status sebagai NICA. Banyak yang mengira bahwa ini adalah support yang baik, karena tidak menyadari bahwa NICA justru memusuhi Pemerintah Indonesia Merdeka. Lubis sempat menyadari, dan memberi peringatan kepada lainnya.

Namun saat ia bertolak pulang, ia diberi juga pangkat Mayor NICA, yang tentu ia tolak. Ia mengambil status sebagai dokter kapal, dan dalam status itu sempat menyelundupkan Dr Setia Boedi (Douwes Dekker) kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Lubis meneruskan karir sebagai dokter, dan menolak berpolitik. Bekerja sebagai dokter di PT Timah, Belitung. Zaman kaum komunis Indonesia bangkit, Lubis difitnah dan dipensiunkan dini, karena dianggap tak mau mendukung kaum komunis. Tapi ia tetap tinggal di Belitung. Saat istrinya meninggal, baru ia pindah ke Jakarta. Lubis meninggal di ujung tahun 1994, nyaris tanpa perhatian dari bangsa kita.

Thanks for Reading : Kisah Orang Batak yang lolos dari Kekejaman NAZI

ilmu Komputer

 

Share with Farhanzz © Copyright 2012 | Design by Muhammad Farhan | Powered by Blogger.com.