News Update :

Edukasi

Dunia Cinta

Dunia Unik

Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

Hal yang Terkait dengan Takhayul

Rabu, 28 Maret 2012 1:36 AM

Dalam beberapa mitologi, ada beberapa hal yang mungkin dipercaya sebagai sesuatu yang dapat menguntungkan atau merugikan. Hal seperti itu, biasanya banyak orang mengenalnya dengan nama Tahyul. Pun tak terkecuali dengan tradisi yang berkembang di masyarakat kita. Budaya Tahyul begitu menyeruak dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut uniknya.com, paparkan hal-hal yang terkait dengan Tahyul kepada anda semua:

1. Angka 13
13 (tiga belas) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli di antara 12 dan14. Banyak orang (terutama di belahan dunia barat) meyakini bahwa angka ini merupakan angka sial sehingga sering dihindari penggunaannya. Angka ini adalah yang ditakuti oleh penderita triskaidekafobia. Triskaidekafobia adalah sebuah rasa takut yang irasional akan bilangan 13. Kata triskaideka berasal dari bahasa Yunani: tris = 3, kai = dan, deka = 10. Hal ini sering kali dianggap sebagai takhayul.
Angka 13 (Sumber: wordpress.com)

2. Jumat Ke-13
Hari Jumat pada tanggal 13 di bulan apapun dan tahun berapapun dianggap sebagai hari sial dalam banyak kepercayaan takhayul di Britania Raya dan Amerika Serikat. Di banyak negara lain, seperti Spanyol, Selasa-13 memiliki kepercayaan takhayul yang sama. Ketakutan akan Jumat-13 disebut paraskavedekatriaphobia. Hal ini merupakan bentuk khusus dari triskaidekafobia, atau fobia (ketakutan) terhadap angka 13.
Jumat Ke-13 (Sumber: wordpress.com)

3. Angka 666
Hexakosioihexekontahexaphobia ("ketakutan terhadap angka 666) adalah ketakutan yang berasal dari Kitab Wahyu 13:18 yang mengindikasikan bahwa angka 666 adalah Angka Setan. Di luar konsep kekristenan, angka 666 juga dipakai di film-film horor. Penderita Hexakosioihexekontahexaphobia selalu menghindari penggunaan angka 666. Contohnya, Ronald Reagan dan Nancy Reagan pada tahun 1989 akan pindah ke Bel-Air di kota Los Angeles. Mereka mendapat rumah dengan alamat St. Cloud Road nomor 666. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah dari rumah tersebut ke St. Cloud Road nomor 668. Pada tahun 2006, BBC menyatakan kasus ini sebagai "100 kasus yang tidak dapat kita ketahui tahun ini".
Angka 666 (Sumber: wordpress.com)

4. Tari Hujan
Tari hujan adalah tarian yang dilakukan untuk menurunkan hujan dan juga untuk melindungi panen. Berbagai interpretasi "tari hujan" dapat ditemukan di berbagai kebudayaan, dari Mesir Kuno sampai beberapa suku asli Amerika. Tarian ini masih dapat ditemukan pada abad ke 20 di Balkan, di ritual bernama Paparuda (Romania) atau Perperuna (Slavia).
Tari Hujan (Sumber: wordpress.com)

5. Angka 4
4 (dibaca empat) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli di antara 3 dan 5. Dalam kepercayaan Cina, Jepang, dan Korea, angka ini sering diangap pembawa kesialan karena pelafalannya juga berarti "mati" dalam bahasa Mandarin. Penderita tetrafobia sangat mentakuti angka ini.


Thanks for Reading : Hal yang Terkait dengan Takhayul

Metode Eksekusi Paling Sadis

Selasa, 31 Januari 2012 12:05 AM

Peradaban manusia, pernah memasuki masa kelamnya. Sekalipun itu mengatas namakan hukum, tapi praktik-praktik eksekusi di bawah ini, sungguh-sungguh tak berprikemanusiaan. Sebagian besar dilakukan ketika nalar manusia masih dilandasi pemikiran yang barbar dan primitif, dimana yang lemah menjadi korbannya. Berikut Farhanzz Blog himpun 5 metoda eksekusi brutal yang pernah dilakukan manusia:


1. Lingchi


Lingchi adalah bentuk penghukuman mati di Cina yang dipraktikkan dari tahun 900 hingga 1905. Dalam penghukuman ini, terdakwa diikat di tiang kayu di depan umum, lalu bagian tubuhnya diiris satu per satu, dan terdakwa dibiarkan hidup dalam proses ini. Opium kadang-kadang digunakan sebagai belas kasihan atau agar terdakwa tidak pingsan.



2. Eksekusi Mati dengan Gajah



Eksekusi Mati dengan Gajah (sumber: wikipedia.org,)


Eksekusi Mati dengan Gajah adalah suatu metode hukuman mati selama ribuan tahun yang umum dilakukan di Asia Selatan dan Tenggara, dan khususnya di India. Gajah Asia digunakan untuk menghancurkan, mengoyak-ngoyak, atau menyiksa tawanan di depan umum. Hewan-hewan gajah tersebut terlatih dan serbaguna, mampu membunuh dengan cepat atau menyiksan korban perlahan-lahan. Hukuman mati dengan menggunakan gajah dilakukan oleh penguasa untuk menegaskan kekuasaannya dan menunjukkan kehebatannya dalam menaklukan hewan liar.

Pemandangan ketika gajah membunuh tawanan telah menarik banyak perhatian dan biasanya membuat para pelancong dari Eropa ketakutan, dan banyak dicatat dalam berbagai jurnal kontemporer maupun catatan perjalanan di Asia. Praktik ini pada akhirnya dilarang oleh para penjajah Eropa ketika menguasai daerah-daerah di Asia pada abad ke-18 dan 19. Selain di Asia, hukuman mati oleh gajah juga pernah diadopsi oleh kekuasaan di Barat, misalnya Romawi dan Kartago, khususnya terhadap tentara yang memberontak.



3. Dikuliti


Menguliti adalah sebuah aktivitas mengangkat sebuah kulit dan biasa dilakukan dengan sebuah pisau. Proses ini biasa dilakukan terhadap binatang yang telah mati, sebagai salah satu persiapan untuk mengonsumsi daging dan kulitnya digunakan untuk keperluan lain. Menguliti bisa juga dilakukan terhadap manusia hidup sebagai salah satu bentuk hukuman. Ketika pengangkatan sebuah kulit terjadi terhadap seseorang, teramat sangat menyakitkan, ini adalah sebuah metoda brutal dari sebuah eksekusi.

Bangsa Assyria telah mempraktikkan hukuman menguliti terhadap tawanannya. Setelah dikuliti, korban lalu dibakar hidup-hidup. Kulit kemudian digantung di pintu gerbang kota, dengan maksud mendapatkan penghormatan dari bangsa Israel.



4. Eksekusi Gergaji



Eksekusi Gergaji adalah metode eksekusi yang digunakan di Eropa di bawah Kekaisaran Romawi, di Timur Tengah, dan di bagian Asia. Beberapa sumber mengatakan bahwa metode itu mungkin tidak pernah digunakan. Sang terhukum digantung terbalik kemudian digergaji mulai dari pangkal paha hingga terbagi menjadi dua. Karena tubuh terbalik, otak menerima suplai darah yang terus menerus meskipun pendarahan parah, kesadaran terhukum masih terjaga.



5. Penyulaan


Pada beberapa budaya, ada beberapa metoda eksekusi melalui cara penyulaan, dimana tubuh terhukum ditombak oleh benda asing seperti tiang, atau tombak, dari pangkal paha hingga kepala. Kemudian tubuh pelaku dipertontonkan dimuka umum. Eksekusi ini mirip dengan metoda yang dilakukan terhadap praktik kambing guling.(**)

Thanks for Reading : Metode Eksekusi Paling Sadis

ilmu Komputer

 

Share with Farhanzz © Copyright 2012 | Design by Muhammad Farhan | Powered by Blogger.com.